You are here
Real name:
Name
- Name
- zefanyareemar
Personal details
- Location
- Kyoto, Japan
- Short Bio
- Mungkin saja kamu pernah berkata, “Hidup itu tidak seindah drama di televisi. Terlalu berlebihan dan dibuat-buat. Lihat apa yang ada di depan mata dong!” apa kamu termasuk dalam orang yang Suka Menonton Drama? simak penjelasan berikut. Akan tetapi, pernahkah kamu berpikir sebaliknya? Situasi dan kondisi yang terjadi dalam drama terasa begitu nyata di kehidupan indodirectory.asia. Sampai kamu berkata, “Iya ya, drama itu memang berdasarkan kehidupan nyata, bahkan bisa jadi pelajaran”. Drama menjadi salah satu konsumsi hiburan bagi manusia. Bagi sebagian orang, drama seakan-akan menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan. Drama yang dimaksud dalam tulisan kali ini bukanlah drama di Indonesia, melainkan drama Asia (Korea, Jepang, Cina, Taiwan, Thailand) ataupun Barat. Suka Menonton Drama, Hidup di Dunia Drama Atau Dunia Nyata Drama Asia maupun Barat memang memiliki penggemarnya sendiri di Indonesia. Ada yang Suka Menonton Drama dan menyukai keduanya, ada juga yang hanya menyukai salah satunya. Fasilitas tv kabel ataupun internet mempermudah masyarakat Indonesia untuk mengonsumsinya. Bila tidak bisa nonton di televisi, cukup streaming atau unduh saja melalui internet. Kenapa Suka Menonton Drama? Berbagai alasan, mendorong seseorang untuk terus menonton drama. Keberagaman genre drama yang ditawarkan, membuat penonton merasa tidak mudah bosan. Penonton tinggal memilih saja genre drama yang disukai atau yang sedang sesuai dengan keadaan dirinya saat itu juga. Ada romance, romance comedy, thriller, work life, atau kehidupan era kerajaan. Drama juga dianggap sebagai media hiburan maupun pembelajaran. Drama menjadi suatu hal yang dicari saat seseorang merasa penat. Drama juga dapat menjadi pembelajaran bagi seseorang ketika harus berhadapan dengan situasi yang sama, seperti yang digambarkan dalam drama. BACA JUGA : berita anime Menikmati Drama Apabila kamu termasuk penggila nonton drama, pernahkah merasa seakan-akan kehidupan nyatamu tercampur dengan kehidupan drama? Kamu menjadi sulit membedakan mana situasi nyata dengan situasi yang kamu lihat dalam drama. Pikiranmu seolah-olah terasuki oleh apapun yang terjadi di drama. Sampai-sampai, kamu bermimpi sebagai salah satu tokoh di dalam drama. Pengaruh drama terhadap kehidupan, memang bisa dirasakan selama kamu menyukai serta menikmati drama tersebut. Untuk menjelaskan kesenangan maupun kenikmatan terhadap suatu drama, teori disposisi memiliki andil dalam hal ini. Teori ini melihat kuatnya watak atau sifat yang menempel pada tokoh akan berpengaruh terhadap respons emosional yang ditimbulkan, sebagai hal yang diperlukan untuk mengetahui sukses atau tidaknya sebuah drama. Teori disposisi juga menjelaskan,terdapat dua hal yang memengaruhi seseorang untuk menikmati drama. Dua hal tersebut ialah, disposisi afektif terhadap tokoh (penilaian penonton terhadap tokoh) dan hasil yang dialami oleh tokoh (keadaan akhir yang dialami tokoh). Penonton akan lebih menikmati suatu drama ketika akhir cerita yang disajikan sesuai dengan yang diyakinin penonton dalam menilai tokoh yang berperan dalam drama tersebut. Sebagai contoh, bila tokoh itu berwatak baik, maka akan mendapat akhir cerita yang bahagia. Sementara itu, bila tokoh berwatak buruk, maka akan mendapat akhir cerita yang buruk pula. Menafsirkan Tingkah Laku Tokoh Sebagian penonton, terkadang membentuk kesan pada satu tokoh bukan karena sifat yang menempel pada diri tokoh tersebut. Mereka malah menilai berdasarkan gambaran fisik, gender, atau rasa yang terlihat pada tokoh tersebut. Hal ini dapat menjadi alasan timbulnya rasa suka atau tidak suka terhadap tokoh tertentu, tanpa melihat peran dan kepribadian dalam drama itu seperti apa. BACA JUGA : berita kpop Kemudian, penonton seringkali menafsirkan tingkah laku suatu tokoh berdasarkan harapan pada tokoh tersebut. Misalnya, kamu melihat tokoh Y sebagai sosok yang berani, tegas, dan pedas dalam berbicara. Ketika ada adegan Y yang berani protes dan mengutarakan kekesalan kepada atasannya, kamu merasa setuju dan senang akan adegan tersebut. Kamu memaklumi dan membela apa yang Y lakukan. Padahal, mungkin saja bila itu terjadi di kehidupan nyata, kamu belum tentu merespons serupa. Penonton juga cenderung menerima hal buruk terjadi pada tokoh jahat yang tidak memiliki rasa kemanusiaan. Ketidakpedulian penonton terhadap nasib tokoh jahat dalam drama ini karena tidak ada ikatan emosional yang dirasakan antara penonton dengan tokoh tersebut. Oleh karena itu, bisa dilihat bahwa tidak ada emosi yang dirasakan maka tidak akan timbul kesenangan atau kenikmatan dalam menonton drama. Tetap Lanjut Menonton Drama? Menonton drama sepertinya akan selalu menjadi aktivitas yang menyenangkan. Menjadi salah satu kegiatan untuk mengisi waktu luang atau mencari hiburan. Akan tetapi, bukan berarti hidup kita sepenuhnya untuk drama. Hidup yang kita jalani juga tidak akan pernah sama seperti dalam drama. Ada penulis skenario all-cyber.com , sutradara, serta produser dalam menyelesaikan cerita sebuah drama. Seolah-olah, nasib tokoh dalam drama ada di tangan mereka semua. Berbeda dengan kehidupan nyata, Kitalah yang mengendalikan hidup kita, dengan bantuan yang Maha Kuasa serta orang lain yang ada bersama kita. Drama boleh memengaruhi jalan pikiran kita, namun baik atau buruknya untuk diterapkan adalah kebijakan kita untuk memilahnya.
History
- Member for
- 5 years 7 months
