Ikrimah's picture
Real name: 

Name

Name
Ikrimah

Personal details

Location
Indonesia
Web
https://ikrimah.com/
Short Bio
Tumbuhan Paku berbeda dengan tanaman lainnya yang tumbuh segera dari biji. Tumbuhan paku tumbuh dari spora. Tumbuhan paku termasuk kategori tumbuhan kuno. Konon, fosil tumbuhan paku pertama ada sekitar 360 juta tahun yang lalu, jauh lebih tua dari pada dinosaurus. Ciri-ciri Tumbuhan Paku Tumbuhan paku mempunyai ukuran yang bervariasi dari yang tinggi sekitar dua cm, misalnya pada tumbuhan paku yang hidup mengapung di permukaan air, sampai dengan tumbuhan paku di darat yang dapat menempuh tinggi lima meter, misalnya paku tiang (Sphaeropteris). Tumbuhan paku purba yang sudah menjadi fosil diperkirakan ada yang menempuh tinggi 15 meter. Wujud tumbuhan paku yang hidup saat ini bervariasi, ada yang berbentuk lembaran, perdu atau pohon, dan seperti tanduk rusa. Tumbuhan paku terdiri dari dua generasi, yaitu generasi saprofit dan generasi gametofit. Generasi sporofit dan generasi gametofit ini tumbuh bergantian dalam siklus hidup tumbuhan paku. Generasi sporofit yaitu tumbuhan yang mewujudkan spora. Meski generasi gametofit yaitu tumbuhan yang mewujudkan yang mewujudkan gamet (sel kelamin). Sporofit berukuran lebih besar dan generasi hidupnya lebih lama diperbandingkan generasi gametofit pada tumbuhan paku. Itulah sebabnya, generasi sporofit tumbuhan paku disebut sebagai generasi yang dominan. Generasi sporofit inilah yang lazimnya kita lihat sehari-hari sebagai tumbuhan paku. Siklus Hidup Tumbuhan Paku Tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) antara fase gametofit dan fase sporofit. Kedua fase ini berlangsung secara bergiliran. Sporofit pada tumbuhan paku yaitu tumbuhan paku itu sendiri yang mewujudkan spora pada daunnya. Sporofit yaitu fase dominan pada progres pergiliran keturunan tumbuhan paku. Spora yang dibuat akan tumbuh sekiranya jatuh pada daerah yang lembab dan teduh. Klasifikasi Tumbuhan Paku Tumbuhan paku dibagi menjadi empat kelas sebagai berikut. 1. Kelas Psilotinae (Paku Purba) Banyak dari macam tumbuhan paku ini sudah menjadi fosil. Dua marga yang masih hidup yaitu Psilotum dan Tmesipteris. Kelas Psilotum termasuk tumbuhan paku tingkat rendah. Sporofit tumbuhan paku ini tidak mempunyai akar sejati, namun masih berupa rhizoid. Batang seringnya tidak berdaun sehingga disebut sebagai paku telanjang. Sporangium tunggal, berlokasi di ujung cabang atau ketiak daun. 2. Kelas Lycopodinae (Paku Kawat) Sporofit sudah mempunyai akar, batang dan daun. Tumbuhan paku in berupa tumbuhan yang menjalar di permukaan tanah. Memiliki batang kecil dengan percabangan menggarpu (dikotomi). daun lazimnya banyak, berukuran kecil, tersusun dalam lingkaran, spiral atau berhadapan. Sporangium yang dibuat tunggal, berlokasi pada ketiak daun. Daun yang fertil terdapat pada ujung cabang disebut sporofil, Kumpulan sporofil disebut strobilus, yaitu struktur penghasil spora yang menyerupai kerucut. Model tumbuhan paku kelas ini yaitu Lycopodium (paku kawat) dan Selanginella (paku rane). 3. Kelas Equisetinae (Paku Ekor Kuda) Klasifikasi tumbuhan paku ini berupa terna yang tumbuh subur di daerah-daerah yang lembab. Tumbuhan paku macam ini tumbuh dalam jumlah yang amat besar sehingga bersifat dominan dalam komunitas tertentu. Batangnya bercabang-cabang dengan ruas-ruas yang kelihatan jelas. Daunnya kecil dan bersisik seperti selaput yang tersusun melingkar pada setiap ruas batang. Pada ujung batangnya lazimnya dijumpai sporofil atau komponen penghasil spora yang membentuk kerucut, sehingga mirip dengan ekor kuda yang masih hidup dan banyak ditemukan di Indonesia antara lain Equisetum debile dan Equisetum ranosissimum, dan Equisetum arvense. 4. Kelas Paku Sejati (Filicinae) Klasifikasi tumbuhan paku ini yaitu tumbuhan paku yang hakekatnya. Tumbuhan ini bersifat higrofit, banyak tumbuh di daerah-daerah yang teduh dan lembab. Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi, mulai dari yang kecil sampai yang tinggi menjulalang seperti pohon. Tumbuhan paku sejati pada komponen batang, tangkai, dan beberapa daunnya tertutup oleh suatu lapisan rambut-rambut berbentuk sisik. Tumbuhan paku sejati dibedakan menjadi dua macam, yaitu tumbuhan paku tanah dan tumbuhan paku air. Model tumbuhan paku tanah yaitu suplir (Adiantum trapiziforme) yang dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan tumbuhan paku sarang burung (Asplenium nidus) yang bersifat epifit. Model tumbuhan paku air yaitu Salvinia natans yang hidup terapung di permukaan air, Azolla pinnata yang acap kali kelihatan menutupi sawah-sawah di Asia dan Indonesia, dan semanggi (Marsilea crenata) yang bertangkai panjang dengan helaian daun yang lazimnya berbelah dua atau empat. Manfaat Tumbuhan Paku Untuk tanaman hias, misalnya suplir, paku menjangan, paku tiang (Alsophyla), dan paku sarang burung (Asplenium nidus). Untuk bahan dasar obat antideuretika (beser), misalnya Lycopodium (paku kawat). Dimanfaatkan sebagai lalap dan sayuran, misalnya semanggi dan paku garuda (Pteris sp.). Dimanfaatkan sebagai pupuk hijau yang dapat menyuburkan tanah pertanian, misalnya Azolla pinnta. Daun paku air ini bersimbiosis dengan alga biru Anabaena azolae yang dapat mengikat nitrogen dari udara. Bahan baku batu bara. Endapan atau sedimen dari tumbuhan paku yang sudah mati dan memfosil akan menjadi batu bara yang berwarna gelap dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Untuk mendapatkan informasi lainnya kunjungi Ikrimah.com terima kasih.

History

Member for
6 years 4 months